Media mengajar adalah suatu pengetahuan
tentang cara-cara mengajar yang dipergunakan oleh seorang guru atau pendidik.
Teknik lain ialah teknik penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar atau
menyajikan bahan pelajaran pada siswa di dalam kelas baik secara individual
maupun secara kelompok maupun klasikal, agar pelajaran itu dapat diserap,
dipahami, dan dimanfaatkan oleh siswa dengan baik. Semakin baik metode
mengajar, semakin efektif pula pencapaian tujuan.
Dalam kenyataannya, cara atau metode
mengajar yang digunakan dalam
menyampaikan informasi berbeda dengan cara yang ditempuh untuk
memantapkan siswa dalam menguasai pengetahuan, keterampilan dan sikap
(kognitif, psikomotorik, dan afektif). Khusus metode mengajar dalam kelas,
efektifitas suatu metode dipengaruhi oleh tujuan, faktor siswa, faktor situasi,
dan faktor guru sendiri.
Penerapan
metode kerja kelompok merupakan cara mengajar yang paling tradisional
yang tidak asing lagi dan telah lama dijalankan dalam sejarah pendidikan. Cara
ini kadang membosankan, maka dalam pelaksanaanya memerlukan keterampilan
tertentu, dengan mengombinasikan dengan berbagai strategi dan metode lain, agar
penyajianya tidak membosankan dan dapat menarik perhatian siswa.
Namun kita
masih mengakui bahwa metode kerja kelompok ini tetap penting dengan tujuan agar siswa
mendapat informasi tentang suatu pokok atau persoalan tertentu serta memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menyalurkan kemampuan masing-masing, untuk
memperoleh umpan balik dari siswa, dan membantu siswa untuk belajar berfikir
teoritis dan praktis, serta membantu siswa belajar menilai kemampuan dan
peranan diri sendiri maupun teman-temannya, menciptakan suasana yang kondusif.
Prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang
dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun kelompok. Belajar adalah
suatu perubahan tingkah laku manusia sebagai hasil dari pengalaman, tingkah
laku dapat berupa jasmaniah (kelihatan) dapat juga bersifat intelektual atau
merupakan suatu sikap sehingga tidak dapat dilihat.
Dari
pernyataan-pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa dalam belajar,
siswa agar tidak bosan maka harus adanya variasi dalam metode pembelajaran.
Guru harus pandai dalam memilih metode pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar